Langsung ke konten utama

Tarian Khas Banten



Oleh: Chamelia

Ingin berkunjung ke Banten ? Atau kamu memilih Banten sebagai salah satu tujuan wisata kamu?
Ini dia Kebudayaan Khas dari Provinsi Banten yang harus kamu ketahui dan bisa kamu pelajari. Selamat menikmati dan jangan lupa berkunjung !!!!

TARIAN KHAS BANTEN YANG PATUT KAMU KETAHUI
Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang” selain kaya akan objek wisata yang menarik Provinsi Banten juga kaya akan warisan budayanya lho
Salah satunya Tarian Khas dari Provinsi Panten. Nah bagi kamu yang ingin berkunjung ke Banten jangan lupa untuk belajar Tarian Khas dari Provinsi Banten.  Mau tau apa saja Tarian Khas dari Provinsi Banten ? Langsung saja
Tari Maler Bedug

Tari Maler Bedug, merupakan tari rampak bedug dengan sajian garapan baru yang dikembangkan dari keberagaman musik tradisi Khas Banten dengan mengambil pijakan gerak dari Bedug Pamarayan dan Silat Trumbu.
Sajian Tari Maler Bedug yang dinamis dapat ditampilkan sebagai tarian pembuka sebuah acara maupun sebagai tari pertunjukan untuk menyambut tamu.

Tari Ngebaksakeun

Merupakan sebuah kreasi tari tradisi yang mengambil pijakan dari Sikat Trumbu gaya Kabupaten Pandeglang. karya ini bertemakan tari penyambutan.

Tari Grebeg Terbang Gede

Grebeg diambil dari kosa kata bahasa Jawa Banten, yang memiliki arti dirempug, sebagai simbol dari masyarakat Banten yang religius, ramah, dan terbuka.
Tari Grebeg Terbang Gede , merupakan sebuah karya tari kreasi yang bercirikan Tradisi, yang berpijak pada kesenian Terbang Gede dari Kota Serang, yang dikolaborasikan dengan pencak silat khas Banten.
Tarian ini bertemakan tari Selamat Datang, sebagai bentuk ungkapan penyambutan kehadiran tamu agung.

Tari Topeng

Tarian ini dilakukan oleh satu orang pria atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakan tari ini tempak gemulai. Tarian Topeng mengisahkan tentang seorang rasa yang balas dendam karena cintanya yang ditolak.

Tari Cokek

Dahulu, tari Cokek hanya dimainkan oleh tiga orang penari wanita. Kini, pertunjukan Cokek seringkali dimainkan oleh 5 hingga 7 orang penari wanita dan beberapa orang lelaki sebagai pemain musik. Setiap kali pertunjukan, penampilan penari Cokek disesuaikan dengan ciri Khas wanita Banten yakni mengenakan kebaya dan kain panjang sebagai bawahan. Biasanya, warna kebaya yang dikenakan para penari Cokek relatif berkilau ketika terkena sinar lampu, seperti hijau, merah, kuning, serta ungu. Yang tak pernah ketinggalan dari penari Cokek yakni sehelai selendang.
Di daerah Tangerang, Tari Cokek biasanya dimainkan sebagai pertunjukan hiburan saat warga Cina Benteng menyelenggarakan pesta pernikahan. Warga Cina Benteng merupakan warga Tionghoa keturunan yang tinggal di daerah Tangerang. Seringkali, tarian ini juga dimainkan sebagai tari penyambutan bagi tamu kehormatan yang berkunjung ke Tangerang.
Penari Cokek biasanya mengajak pengantin lelaki atau beberapa orang tamu undangan untuk menari bersama. Ketika diselenggarakan untuk menyambut tamu kehormatan, pejabat setempat dan tamu kehormatan itulah yang mendapat kesempatan pertama menari bersama penari Cokek.Tanda ajakan dari penari yakni sehelai selendang yang dikalungkan ke leher para tamu. Masyarakat Tangerang beranggapan, jika sehelai selendang dari penari Cokek telah dikalungkan, pantang bagi tamu itu ataupun siapa saja untuk menolak. Penolakan itu diyakini dapat mencemarkan nama baik mereka sendiri. Biasanya, para tamu itulah yang nantinya menari bersama para penari Cokek hingga pertunjukan Tari Cokek usai.

Tari Dzikir Saman

Dzikir Saman yang ada di Banten berbeda dengan Saman yang ada di Aceh, disini para pemainnya terdari dari laki-laki dengan membentuk lingkaran. Sambil berputar, sambil menyebutkan shalawat Nabi Muhammad SAW. Seni Dzikir Saman ini tidak diiringi dengan perangkat alat musik, hanya nyanyian dengan menyebut asma Allah, alok dan gerakan tubuh yang berputar-putar. Seni ini sudah ada sejak dahulu, biasanya dalam acara tertentu seperti Khol Syeh Abdul Khodir Jailani, Rasullan, dan acara keagamaan lainya.

Tari Katuran

Merupakan Tarian bertema penyambutan dan memiliki kandungan makna sebagai bentuk penghormatan dan sebuah ajakan untuk datang berkunjung ke Provinsi Banten, sebagai salah satu wilayah di Nusantara yang memiliki pesona Wisata Alam serta Seni Budaya yang indah, dan bercorak khas.

Tari Gitik Cokek

Karya tari kreasi baru ini berpijak pada sebuah kesenian tradisional dari Kabupaten Tanggerang, yaitu Tari Cokek, tarian ini menggambarkan sosok figur para penari cokek saat ini.
Jika tidak karena bulan tidak bintang meninggi hari Jika tidak karena tuan tidaklah saya datang kemari
Jika langit bergulung awan Menoreh pena menggulung kanji Maksud hati menawan tuan Mencuri pandang mengikat janji.

Tari Bedug Warnane
Merupakan karya seni kreasi tradisi Banten yang berpijak pada seni Rudat dan Terbang Gede yang dikolaborasikan dengan Kesenian Rampak Bedug Pamarayan dari Kabupaten Serang, Banten dan rampak bedug Pandeglang.

Tari Gitek Ganjen

Berangkat dari sebuah kesenian tradisional Banten yaitu Tari Cokek. Karya ini menggambarkan prilaku remaja putri yang ingin menarik perhatian. “Ganjen“ merupakan kosa kata bahasa Jawa Banten, yang ditujukakan pada remaja putri yang lincah dan genit. Tari Gitek Ganjen dapat juga disajikan sebagai tari pergaulan, dimana penonton dapat turut serta menari.
Nah itu dia beberapa Tarian Khas dari Provinsi Banten yang bisa kamu pelajari jika kamu berkunjung ke provinsi banten.

Dalam UAS Cyber Public Relations, A2 Public Relations Mengambil tema “Muatan Lokal Yang Ada Di Banten”. Saya Chamelia sebagai pembuat artikel dengan rubrik “Kebudayaan” Sekaligus sebagai editor dari kelompok 5. Artikel yang di buat oleh kelompok 5 yang beranggotakan Sarah Faradiba dan Dyah Niken Saraswati terlebih dahulu di serahkan kepada saya untuk saya koreksi, baik dalam hal penulisan maupun dalam hal peletakan gambarnya. Setelah itu langsung di serahkan kepada penanggung jawab dari Blok 2. Artikel saya ini mengambil 10 Tarian Khas dari Provinsi Banten, diantaranya Tari Maler Bedug, Tari Ngebaksakeun, Tari Grebeg Terbang Gede, Tari Topeng, Tari Cokek, Tari Dzikir Saman, Tari Katuran, Tari Gitik Cokek, Tari Bedug Warnane dan terakhir Tari Gitek Ganjen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT MUSIK KHAS BANTEN

Oleh: Diah Niken Saraswati Buat kamu yang lagi nyari Tempat Wisata dan suka main Alat Musik, Banten cocok dijadikan tujuan wisata kamu. Karena Banten punya banyak alat musik yang patut kamu cobaaa. Diantaranya sebagai berikut: Alat Musik Bedug Sebelum budaya dan agama Islam masuk ke Indonesia, Bedug telah lebih dulu dikenal oleh masyarakat Banten sebagai gendang tradisional dan sarana komunikasi. Dahulunya Bedug Banten dimainkan dalam seni rampak Bedug atau seni memainkan Bedug secara bersama-sama. Bedug Banten tidak berbeda dengan Bedug yang selama ini kita kenal. Ia terbuat dari bahan kayu besar yang berongga di bagian tengahnya dan diberi membran berupa kulit sapi atau kerbau di salah satu sisinya. Untuk merenggangkan membran, tali dan pasak dipasang secara kuat sehingga saat dipukul, Bedug bisa menghasilkan suara yang lebih keras. Setelah budaya dan agama Islam masuk, Alat Musik Tradisional Banten ini kemudian beralih fungsi menjadi saran...

BOY-BOYAN

Oleh: Ricky Permana Sa l ah satu permainan tradisional populer di banten adalah permainan boy-boyan. P ermainan yang cukup populer pada era 80-90an ini yang dimainkan oleh anak-anak ini, kini seiring perkembangan zaman dan teknologi mulai tergusur oleh permainan-permainan digital seprti game online, playstation dan sebagainya. Di daerah banten sendiri permainan ini cukup populer. Permainan mengunakan bola tenis atau bola bekel yang dibaluk oleh dedaunan atau kain. Agar pada saat dilempar kelawan bola tidak melukai pemain karena telah di bungkus untuk meredam benturan pada saat mengenai lawan. Saat ini permainan ini sudah sangat jarang dimainkan lagi oleh anak-anak. Permaian ini dimainkan oleh dua kelompok kelompok pertama yang bertugas menjaga susunan genteng sementara kelompok kedua bertugas untuk menghancurkan susunan genteng tersebut.sebelum memulai permainan ini biasanya diadakan suit untuk menentukan kelompok mana yang akan menjaga genting dan kelompok yang har...

Makanan Tradisional Khas Banten

Oleh : Faladia Mustajab Makanan Tradisional Khas Banten yang Terkenal Paling Lezat !!!           Banten adalah sebuah provinsi di bagian paling barat pulau Jawa, Indonesia. Serang adalah ibu kota provinsi seluas 9.160 km persegiini. Banten atau dahulu dikenal dengan nama Bantam merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam yang dikenal akan nilai toleransinya yang tinggi terhadap pemeluk agama lain. Provinsi yang sempat menjadi kota pelabuhan ini menyimpan cukup banyak potensi dan ciri khas.           Di Banten ada banyak hal yang bisa kita temui, mulai dari kekayaan suku, budaya, pariwisata, hingga kulinernya. Sesuai dengan tema yang dibahas, pada kesempatan ini kamu akan diajak berkenalan dengan makanan khas Banten yang bisa menggoyang lidah. Penasaran ?           Berikut ini daftar kuliner khas Banten yang terkena l !!! ...