Langsung ke konten utama

ADAT PERNIKAHAN PANDEGLANG



Oleh: Andy Syamputra
Upacara pernikahan tradisional banyak ditemukan di indonesia, salah satu adat dari daerah pandrglang,banten. namun adat perniakahan di pandeglang ini kini sudah jarang ditemui, bahkan bisa dibilang hampir punah. Kini adat yang digunakan pun tidak selengkap zaman dulu dalam prosesi adat pernikahan di pandeglan lelaki dinilai tinggi dan mulia.
Seiring perkembangan zaman tidak berpengaruh terhadap penilaian lelaki yang harga dirinya dianggap tinggi dan mulia. Bisa dibilang kepunahan mulai terlihat pada era 1970an hingga saat ini, banyak proses yang dihilangkan dalam pernikahan tersebut entah karena faktor perkembangan zaman atau dianggap sebagai bagian yang tidak harus dilaksanakan.Berikut beberapa tahapan dalam proses menyelengarakan pernikahan sesuai dengan adat yang seharusnya.
Berikut tahapannya ;
1. Wawakilan
Kedua calon pengantin memilih sosok yang dianggap sedia mewakili pihak laki-laki menyampaikan perniatannya meminang pengantin perempuan kepada orang tua mempelai perempuan. Kesediaan terpilih menjadi juru bicara mempelai lelaki menyampaikan pesan, dan kemudian mendatangi keluarga calon pengantin perempuan untuk merundingkan waktu kedua keluarga merundingkan waktu ngabokor kapan dilaksanakan.
2. Ngabokor
Ngabokor adalah proses keluarga mempelai lelaki mengunjungi keluarga perempuan, sembari membawa berbagai macam bawaan atau seserahan termasuk bokor (tempat menyimpan sirih yang terbuat dari logam, berwarna emas) sebagai simbol diterimannya perniatan mempelai lelaki. Selain bokor, ada pula sesrahan atau barang yang harus dibawa oleh calon mempelai laiki-laki seperti; lauk emas, kejo sahancrungan, lauk bangbangan, bakakak hayam satenong, daging lapis stibsi, sayuran. dan juga berbagai kue tradisional seperti: pais cau, pasung, jojorong, gegemblong.
3. Mulangkeun Bokor
Perundingan yang dilakukan pada proses ngabokor oleh kedua belah pihak keluarga, atas persetujuan pernikahan kedua mempelai ditandai dengan pengembalian bokor yang diisi dengan uang sebesar sratus perak. Dan, apabila dari perundingan tidak menemukan restu pernikahan berdasar dari salah satu pihak mempelai, maka kerugian mesti diganti dengan penuh, tas barang bawaan yang telah dibawa terdahulu.
4. Akad Nikah
Masyarakat pandeglang memililki jeda waktu dari akad nikah menuju resepsi penikahan (tapi itu tidak lagi dilakukan karena masyarakat pandeglan memiliki pandangan lain terhadap prosesi pernikahan).
5. Diramekeun
prosesi pernikahan dengan arak-arakan diiringgi kesenian tradional seperti terbnag, dan gotongan, serta berbagai hasil bumi. Saat ngarak atau pawai pengantin, sanak keluarga dan keluarga ikut bersuka cita dan uniknya, jika mempelai lelaki tidak dijemput kemungkinan besar keluarga mempelai lelaki tidak akan datang.
Bgitu tiba dikediaman mempelai perempuan, prosesi bukanpintu dilakukan dengan cara pintu ditutup oleh kain batik atau samping. Bahkan, seluruh dinding rumah ditutupi kain batik.proses buka pintu dilakukan seperti budaya di daerah lain. Ada dialog terlebih dahulu dari wakil masing-masing rombongan. Dengan posisi rombongan lelaki berada diluar pintu rumah,sementara pihak perempuan berada dipintu dalam rumah. Seorang wakil memandu kedua belah pihak untuk kemudian mengucapkan salam.
Kedua belah pihak saling melontar tanya jawab, sampai ada satu yang mengalah dan terjawab semua pertanyaan pintu pun dibuka. Seorang ustad lalu memimpin doa, kemudian pengantin perempuan di jemput atau diantarkan ketempat duduk pengantin.belum selesai sampai disitu, pengantin perempuan satu minggu stelah resepsi pernikahan tidak boleh keluar.sajen berupa menyan kopi hitam, susu putih, kopi susu, susu coklat teh manis , teh pait dan air putih dalam kendi disimpan di tempat pangbeasan (sebuah gerabah tempat penyimpanan beras)
Juga seperangkat pakaian wanita seperti celana dalam, rok, bra baju dan kerundung disimpan dipara (sebuah tempat bergantung tepat diatas perapian )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT MUSIK KHAS BANTEN

Oleh: Diah Niken Saraswati Buat kamu yang lagi nyari Tempat Wisata dan suka main Alat Musik, Banten cocok dijadikan tujuan wisata kamu. Karena Banten punya banyak alat musik yang patut kamu cobaaa. Diantaranya sebagai berikut: Alat Musik Bedug Sebelum budaya dan agama Islam masuk ke Indonesia, Bedug telah lebih dulu dikenal oleh masyarakat Banten sebagai gendang tradisional dan sarana komunikasi. Dahulunya Bedug Banten dimainkan dalam seni rampak Bedug atau seni memainkan Bedug secara bersama-sama. Bedug Banten tidak berbeda dengan Bedug yang selama ini kita kenal. Ia terbuat dari bahan kayu besar yang berongga di bagian tengahnya dan diberi membran berupa kulit sapi atau kerbau di salah satu sisinya. Untuk merenggangkan membran, tali dan pasak dipasang secara kuat sehingga saat dipukul, Bedug bisa menghasilkan suara yang lebih keras. Setelah budaya dan agama Islam masuk, Alat Musik Tradisional Banten ini kemudian beralih fungsi menjadi saran...

Tarian Khas Banten

Oleh: Chamelia Ingin berkunjung ke Banten ? Atau kamu memilih Banten sebagai salah satu tujuan wisata kamu? Ini dia Kebudayaan Khas dari Provinsi Banten yang harus kamu ketahui dan bisa kamu pelajari. Selamat menikmati dan jangan lupa berkunjung !!!! TARIAN KHAS BANTEN YANG PATUT KAMU KETAHUI Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang” selain kaya akan objek wisata yang menarik Provinsi Banten juga kaya akan warisan budayanya lho Salah satunya Tarian Khas dari Provinsi Panten. Nah bagi kamu yang ingin berkunjung ke Banten jangan lupa untuk belajar Tarian Khas dari Provinsi Banten .   Mau tau apa saja Tarian Khas dari Provinsi Banten ? Langsung saja Tari Maler Bedug Tari Maler Bedug, merupakan tari rampak bedug dengan sajian garapan baru yang dikembangkan dari keberagaman musik tradisi Khas Banten dengan mengambil pijakan gerak dari Bedug Pamarayan dan Silat Trumbu. Sajian Tari Maler Bedug yang dinamis dapat ditampilkan sebagai tari...

DAGONGAN

Oleh: Diandra Insani Almira Zeta Dagongan  adalah permainan olahraga tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kekuatan untuk  saling mendorong antara regu yang satu dengan regu yang lain. Permainan  Olahraga tradisional dagongan ini merupakan kebalikan dari permainan tarik tambang. Untuk tarik tambang dalam cara bermain dengan saling manarik, sedangkan untuk permainan dagongan, kedua regu saling mendorong sekuat tenaga untuk mencari kemenangan. Dagongan  dimainkan secara beregu, baik putera maupun puteri. Jumlah anggota regu sebanyak 7 orang, terdiri dari 5 pemain dan 2 cadangan.  Kedua regu diwajibkan memakai kostum seragam dengan nomor dada/punggung dimulai dari angka 1 s.d 7. Sebagaimana permainan tradisional lainnya, permainan  dagongan  ini sangat dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan selain pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia p...